Pembantaian Keji Israel di Jalur Gaza
- Monday, December 29, 2008, 22:36
- Palestina
- 309 views
- Add A Comment
Anda sekalian pasti sudah melihat bagaimana kebiadaban dan kekejaman zionis Israel di jalur Gaza yang dilancarkan sejak hari Sabtu, 27 Desember 2008 kemarin. Penderitaan akibat blokade belum juga berakhir, ditambah lagi dengan aksi pembantaian keji nan bengis yang dilakukan zionis teroris Israel. Menteri Kesehatan Palestina, Basem Naeem menegaskan korban pembantaian terbuka yang dilakukan pasukan penjajah Zionis Israel di Jalur Gaza sejak Sabtu (27/12) telah mencapai lebih dari 300 syuhada dan lebih dari 1000 lainnya terluka, 180 dalam kondisi kritis. Sementara itu puluhan korban lain masih tertimbun di bawah puing rerutuhan.
Rakyat sipil Palestina ikut menjadi target pemboman Zionis Israel (Video diambil dari Aljazeera)

Korban kebiadaban pembantaian Zionis Israel terus bertambah (Gambar diambil dari Pusat Informasi Palestina)
Tidak hanya itu, obat-obatan dan peralatan medis untuk kondisi darurat juga tidak ada. Sebanyak 150 jenis obat utama stoknya nol, 225 kebutuhan medis stoknya juga nol dan 93 bahan khusus laboratorium stoknya juga nol. Sebanyak 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blokade Israel. Blokade sebelumnya juga menyebabkan listrik terputus, 80% wilayah Jalur Gaza gelap total, 80% pabrik roti berhenti karena ketiadaan tepung dan gas, ditambah tutupnya semua penggilingan karena tidak adanya listrik dan pasokan gandum, barang kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak juga langka, sebanyak 65% orang menganggur, sebanyak 80% mereka hidup di bawah garis kemiskinan, dan ini akan terus berlanjut. Blokade yang dilakukan zionis Israel menyebabkan seluruh bidang kehidupan di Jalur Gaza menjadi lumpuh total. Penderitaan pun makin bertambah akibat gempuran dan bombardir oleh pasukan penjajah Zionis Israel.
Mereka Zionis Israel tidak hanya menggempur institusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilitas sipil dan rumah-rumah warga.

Tiga bocah bersaudara korban pembantaian Zionis Israel di Jalur Gaza (Gambar diambil dari Pusat Informasi Palestina)
Mesir yang katanya "negera Islam" pun hanya bisa terdiam dan duduk manis melihat penderitan rakyat Palestina di Jalur Gaza. Bagaimana tidak, Mesir menolak permintaan pemerintahahan Haniyah yang meminta bantuan mobil ambulan masuk Jalur Gaza untuk mengevakuasi korban hanya dengan alasan politik. Ya hanya dengan alasan politik, Mesir telah membiarkan rakyat Palestina semakin menderita. Perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza yang diharapkan menjadi satu-satunya jalan masuknya bantuan masih terus diblokade. Ratusan dokter Arab yang sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah masih tertahan oleh otoritas Mesir. Tim medis dari departemen kesehatan Palestina pun sejak pagi sudah berada di sisi Jalur Perbatasan gerbang Rafah untuk menerima bantuan medis Arab. Namun, lagi-lagi otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini. Sungguh ironis sekali.
Palestina begitu berduka dan sangat membuntuhkan bantuan kemanusian. Dimanakah organisasi PBB dan DK PBB yang katanya menjaga ketertiban dan perdamaian dunia. Dimanakah kepedulian negara-negara Arab, negara-negara Islam, yang menyaksikan pembantaian terhadap saudaranya sendiri. Dimanakah suara-suara organisasi dan lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) yang katanya menyerukan dan menjunjung tinggi HAM. Dimanakah organisasi kemanusian yang melihat aksi pembantaian yang tidak berperikemanusiaan ini. Dimanakah mereka semua. Tidak ada yang diperbuat untuk menghentikan segera serangan brutal Israel.
Sungguh ini adalah kejahatan kemanusian terbesar. Selama 1,5 tahun sudah rakyat Gaza dipaksa lapar dan sakit tanpa obat oleh blokade Israel. Pasokan makanan, air, kesehatan, dan bahan bakar dilarang oleh Zionis Israel. Bahkan banyak keluarga yang terpaksa harus makan rumput!. Salah satunya adalah Jindiyah Abu Amra dan anak perempuannya yang berumur 12 tahun, dimana mereka mengais rumput demi untuk bertahan hidup. Tiap hari mereka bangun dan mulai mencari kayu dan plastik sebagai bahan bakar dan mereka mengemis. Kalau tidak mendapat apa-apa, maka rumput menjadi menu makanan mereka sehari-hari.
Lalu, apakah kita hanya terdiam melihat penderitaan saudara kita di negeri yang banyak melahirkan para syuhada Palestina..?
Rosulullah SAW bersabda: "Siapa yang tidak peduli dengan urusan saudara kita seiman bukanlah termasuk golongan kami".
Mari bercermin pada diri kita sendiri, apakah yang sudah kita perbuat untuk meringankan penderitaan mereka? Apakah kita sudah membantu, minimal dengan doa-doa kita? Atau apakah kita ingat bahwa ada saudara kita yang nyata-nyata terdzalimi? Apakah kita punya rasa cinta dan kasih sayang terhadap saudara-saudara kita yang sedang dalam kesusahan dan sangat membutuhkan pertolongan kita?
Rasulullah SAW bersabda: "Salah seorang diantara kamu sekalian tidaklah sempurna imannya sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri".
Kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang berpenduduk muslim terbesar di dunia akankah hanya tinggal diam melihat mereka? Apakah kita sudah lupa atas jasa besar Palestina terhadap pengakuan kemerdekaan Indonesia dahulu? Ingalah kawan, ingatlah wahai para pejabat di negeri ini, ketika kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamirkan oleh Sukarno Hatta, 17 Agustus 1945, tidak ada satu negara pun yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada saat itu, hari berganti pekan, pekan berganti bulan, bulan berganti tahun belum ada juga negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia, walaupun sudah dikirim delegasi ke Eropa Timur dan Timur Tengah untuk melakukan lobi agar kemerdekaan Indonesia dapat diakui oleh masyarakat dunia. Ketika tidak ada satupun negara dan pemimpin dunia yang berani memberi dukungan secara tegas dan terbuka terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia, maka dengan beraninya Syaikh Muhammad Amin Al Husaini, seorang ulama mufti Palestina dengan tegas menyampaikan selamat atas kemerdekaan Indonesia. Bahkn mufti Palestina tersebut berkenan menyambut kedatangan delegasi Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia dan memberi dukungan penuh.

Tidak hanya itu, Muhammad Ali Taher, seorang pemimpin Palestina juga sangat bersimpati terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Suatu hari Muhammad Ali Taher menarik M. Zein Hasan, ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia ke Bank Arabia, mengeluarkan semua uangnya yang tersimpan di bank itu dan kemudian memberikannya kepada ketua Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia tanpa menerima tanda bukti penerimaan. Mereka rela mengeluarkan semua tabungannya untuk delegasi Indonesia ketika negara-negara lain cuek bebek dan tidak peduli dengan upaya kemerdekaan Indonesia. Tapi Palestina satu-satunya negara dan bangsa yang begitu peduli dengan perjuangan kemerdekaan kita bangsa Indonesia. Padahal saat itu, Palestina sendiri sedang berjuang melawan imperialis Inggris dan zionis yang ingin menguasai kota Al Quds, Palestina. Peristiwa bersejarah ini mungkin tidak banyak diketahui oleh kita generasi sekarang bangsa Indonesia bahkan para pejabat dan mungkin juga Anda.
Sungguh sangat menyakitkan sekali jika diantara kita ada yang mengatakan "Kenapa kita harus memikirkan negeri dan bangsa Palestina, sementara negeri dan bangsa sendiri saja masih banyak masalah!". Hanya orang-orang idiot yang tidak punya rasa malu dan tidak tahu terimakasih serta berpikiran sempit saja yang mengatakan hal demikian.
Bantulah saudara kita di Palestina detik ini juga. Benar detik ini juga. Apa pun yang dapat dilakukan yang dapat meringankan penderitaan mereka. Kalau punya kekuasaan, gunakan kekuasaan itu untuk membantu rakyat Palestina. Jika tidak, kita dapat memberikan bantuan berupa pakaian, obat-obatan, uang, dan minimal dengan do’a yang kita panjatkan setiap setelah shalat lima waktu. Sekecil apa pun bentuk bantuan Anda pasti akan sangat bermanfaat bagi mereka Salurkan bantuan Anda ke posko terdekat atau Anda dapat menyalurkannya melalui Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) atau Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Silahkan klik banner KISPA yang ada di samping kanan website ini atau klik di sini untuk menyalurkan bantuan Anda. Terimakasih. Semoga Allah SWT membantu perjuangan para mujahid Palestina. Amin
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu dan mengerti dengan sejarahnya. Bangsa yang beradab adalah bangsa yang pandai berterima kasih kepada mereka yang telah membantu ketika bangsa tersebut dalam kesulitan dan kesusahan.
SILAHKAN KLIK BANNER DI BAWAH INI UNTUK MEMBANTU PERJUANGAN MUJAHID PALESTINA
Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Muslim yang satu adalah bersaudara dengan muslim yang lain, oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya itu maka Allah SWT memperhatikan kepentingannya Barang siapa yang melapangkan satu kesulitan terhadap sesama muslim maka Allah akan melapangkan satu dari beberapa kesulitannya nanti pada hari Kiamat".
Referensi: berbagai sumber
May be you are interested in:
About the Author
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!






