Petualangan yang Menakjubkan


 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya. Tubuh manusia tidaklah sesederhana seperti yang dibayangkan dalam benak para evolusionis. Dengan gampangnya mereka mengatakan bahwa manusia sebenarnya berasal dari tingkat yang “kuno” ke tingkat yang lebih “modern” seperti sekarang ini. Padahal tubuh manusia adalah sangat, sangat kompleks dan begitu rumit yang mempunyai karakter fungsional tersendiri. Kekomplekan dan kerumitan tubuh manusia dapat digambarkan dari sel-sel yang menyusun tubuh manusia.

Mesin Super Canggih Manusia

Sel merupakan satuan dasar kehidupan manusia. Jumlah keseluruhan sel dalam tubuh manusia sekitar 100 triliun sel. Sel-sel ini berjalan dengan sangat teratur dan melalui mekanisme yang sangat teratur pula. Kalau diibaratkan sel merupakan mesin yang sangat canggih dengan teknologi super hebat yang tidak mungkin manusia untuk dapat menyainginya apalagi membuatnya. Mesin super canggih ini bisa dikatakan tidak pernah melakukan kesalahan, tidak seperti mesin buatan manusia. Mesin super canggih ini terdiri atas komponen-komponen yang super canggih pula sehingga dapat melakukan fungsinya. Komponen-komponen ini bekerja berdasarkan fungsinya masing-masing. Namun, pada dasarnya komponen-komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi dan bekerja sama sehingga menghasilkan sebuah mesin yang dapat berjalan dan berfungsi dengan baik. Mesin ini berjalan secara otomatis dengan penuh keteraturan. Tidak lain mesin tersebut adalah sel tubuh manusia.

Pemahaman manusia akan sel tubuh sendiri akan memberikan keyakinan yang mendalam bahwa memang benar manusia adalah makhluk ciptaan Ilahi Yang Maha Pencipta, bukan adanya manusia ada dengan sendirinya atau adanya manusia sebagai hasil evolusi. Banyak dari kita mungkin berpikir bahwa sel merupakan tingkat kehidupan yang paling rendah. Dibandingkan virus yang paling kecil sel mempunyai volume 1 billiun kali lebih besar. Oleh karena itu, fungsi dan susunan anatomi sel juga jauh lebih komplek dari virus.

Sel Tubuh yang Hidup

Sel merupakan kesatuan tubuh yang hidup. Sel mampu untuk hidup, tumbuh, dan melakukan fungsi-fungsi khusus tertentu. Masing-masing sel mempunyai karakteristik dasar tertentu yang mirip satu sama lain. Misalnya dalam pengubahan bahan makanan menjadi energi, pada dasarnya melalui mekanisme umum yang sama di dalam semua sel. Hampir semua sel mempunyai kemampuan bereproduksi sehingga apabila sel yang mati/ rusak oleh satu sebab atau sebab lain, maka sel yang masih tersisa dari jenis yang sama akan membentuk sel-sel baru sampai jumlah persediaan sel itu dicukupkan. Sel-sel baru yang terbentuk tersebut, sebelumnya telah mengalami seleksi yang sangat ketat. Kesalahan sedikit saja dapat berakibat fatal.

Apabila ada kesalahan dalam proses pembentukan sel-sel baru ini maka akan segera di-repair/ diperbaiki oleh sel tubuh kita yang juga mempunyai kemampuan untuk melakukan fungsi tersebut. Sel mampu bertindak sebagai “bengkel” untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Sel-sel yang ada dalam tubuh kita adalah sel-sel pilihan yang tidak sembarangan, tidak dibentuk semaunya sendiri tetapi melalui mekanisme pengaturan yang selektif. Namun, bila sel yang mengalami kerusakan tidak dapat diperbaiki, maka sel tersebut akan mati (lisis). Mekanisme ini bertujuan agar sel-sel yang ada dalam tubuh memang sel-sel yang mempunyai kualifikasi yang tinggi yang akan membentuk jaringan, organ, dan sistem organ yang fungsional normal. Alhasil, akan terbentuk organisme kehidupan yang dapat berjalan dengan baik.

Kematian yang Terprogram

Tidak ada kehidupan yang kekal dan abadi kecuali Allah SWT. Semua kehidupan pasti akan berakhir dan mengalami kematian, demikian halnya dengan sel tubuh kita. Sel-sel tersebut pasti akan mati. Masing-masing sel di dalam tubuh kita telah terprogram secara molekuler mempunyai waktu hidup tertentu. Apabila telah melewati batas waktu tersebut, sel-sel ini akan mati dan digantikan oleh sel-sel lain yang baru. Mekanisme ini lebih dikenal dengan nama apoptosis.

Apoptosis adalah kematian sel yang terprogram secara molekuler yang berperan penting dalam pengaturan homeostasis/ keseimbangan tubuh yang normal. Apoptosis berfungsi menjaga perkembangan jaringan normal (embrional) dan menjaga homeostasis jaringan orang dewasa. Apabila proses ini mengalami gangguan atau dihambat oleh suatu hal akan menyebabkan keadaan patologis, seperti proliferasi (perkembangbiakan) sel yang tak terkontrol yang bisa menimbulkan kanker/ malignansi. Sel-sel kanker akan terus berproliferasi untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Jumlah sel kanker akan terus bertambah setiap hari. Sel-sel kanker terus meningkat dan membentuk jaringan kanker. Jaringan kanker akan berkompetisi dengan jaringan normal tubuh kita untuk mendapatkan makanan. Jaringan kanker akan mengambil semua makanan yang tersedia untuk tubuh. Sebagai akibatya, jaringan normal tubuh secara bertahap mengalami kematian akibat kekurangan makanan. Oleh karena itu, kematian sel mutlak diperlukan agar fungsi fisiologis tubuh kita berjalan normal. Sel tidak dapat hidup selamanya, sel harus mengalami kematian. Kematian sel merupakan kematian yang sudah diatur dan direncanakan secara selektif. Kapan sel dibentuk dan kapan sel mati sudah diatur sedemikian rupa agar keseimbangan jumlah sel tetap terjaga. Sungguh pengaturan yang sangat luar biasa.

Sistem Pengatur yang Rumit

Telah diketahui bahwa tubuh manusia tersusun atas banyak sel. Sel-sel ini akan saling berinteraksi dan bekerja sama secara harmonis untuk membentuk fungsi fisiologis tubuh manusia. Sekitar 100 triliun atau lebih sel yang terdapat dalam tubuh manusia akan membentuk ribuan sistem pengatur. Di dalam organ dapat kita jumpai banyak sistem pengatur yang mengatur bagian-bagian khusus organ, sedangkan sistem pengatur yang lain bekerja di seluruh tubuh untuk mengatur hubungan antar organ-organ tersebut. Misalnya sistem respirasi dan sistem kardiovaskuler akan bekerja sama dalam pengaturan ketersediaan oksigen dalam tubuh. Dalam pengaturan tersebut berbagai organ ikut terlibat, seperti organ paru, jantung, pembuluh darah, dan lain sebagainya.

Tapi, tahukah Anda bahwa sistem pengatur yang paling rumit di dalam tubuh adalah sistem pengaturan genetik?.

Sitem pengaturan genetik merupakan sistem pengatur yang paling rumit. Dari setiap sel tubuh manusia terdapat 100.000 gen yang berbeda. Gen-gen tersebut mengatur fungsi sel dengan cara menentukan bahan-bahan apa yang akan disintesis/ dibentuk di dalam sel. Setiap gen merupakan sebuah asam nukleat yang disebut DNA (asam dioksiribonukleat) yang secara otomatis mengatur pembentukan asam nukleat yang lain, yaitu RNA (asam ribonukleat) yang menyebar di seluruh sel dan mengatur pembentukan sebuah protein spesifik, seperti protein struktural dan berbagai enzim. Protein dan enzim adalah faktor penting bagi pengaturan fungsi sel.

Sistem lain yang berperan dalam pengaturan fungsi sel adalah sistem komunikasi. Sistem ini tidak dapat dipisahkan dari sistem pengaturan fungsi tubuh. Fungsi sel hanya dapat berjalan dengan baik bila didukung oleh sistem komunikasi yang handal. Untuk itu, sistem saraf dan hormonal dibentuk sebagai sistem komunikasi yang handal dalam tubuh kita. Tidak heran bila sistem ini terganggu pengaturan tubuh pun akan terganggu pula. Akibatnya, berbagai kelainan patolgis pun bermunculan.

Inilah contoh sederhana betapa rumit dan kompleknya sistem pengaturan tubuh kita yang pada dasarnya tersusun oleh sel-sel tubuh. Apabila salah satu sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya atau terdapat satu saja sistem tubuh yang rusak/ tidak terbentuk maka akan menyebabkan kematian akibat ketidakseimbangan dalam tubuh. Demikian halnya dengan adanya penambahan sistem lain yang juga akan berdampak sama.

Tubuh kita merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Mereka harus saling berinteraksi dan bekerja sama. Mustahil, bila tubuh manusia harus mengalami evolusi seperti yang diungkapkan para evoluisonis yang berpikiran sempit. Sekali lagi bahwa tubuh tersusun oleh sel-sel dengan keteraturan yang sangat teratur. Ini membuktikan bahwa sel ada karena ada yang mengatur. Dan sudah pasti yang mengatur adalah yang menciptakan sel itu sendiri karena sel adalah satu dari sekian banyak tanda ayat-ayat Ilahi yang hidup yang tersebar di dalam tubuh manusia. Semoga bermanfaat.

 

Referensi:

  1. Textbook of Guyton and Hall Medical Physiology, 1997
  2. Medical of Sebelas Maret University Surakarta


May be you are interested in:

  • DNA: Sebuah Molekul yang Panjang
  • Sudah Berapa Kali Jantung Anda Berdenyut ?


  • Or search here  :  

    About the Author

    admin has written 19 stories on this site.

    One Comment on “Petualangan yang Menakjubkan”

    • Wavatar Alifya wrote on 1 February, 2009, 11:39

      Assalamu’alaikum………
      salam kenal…….

      Ada kode NSP We will not go down song for Gaza?
      Kalo ada, minta tolong ya, di kirim ke email aqu….
      Thank’s b4…

    Write a Comment

    Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

    Copyright © 2010 Majenang Online. All rights reserved.
    Thanks to WordPress, Custom Theme, ComFi Calling Card and Cilacap Free Hosting.