Sistem Penanggalan Islam
- Tuesday, December 30, 2008, 20:10
- Islam
- 211 views
- Add A Comment
Sebentar lagi kita akan beranjak dari tahun 2008 menuju tahun 2009. Hanya dalam hitungan beberapa jam ke depan kita akan merayakan tahun baru Masehi. Secara kebetulan atau pun tidak, beberapa hari sebelum tahun baru Masehi, kita khususnya umat Islam juga merayakan tahun baru Islam atau tahun baru Hijriah. Umat Islam merayakan tahun baru 1430 H. Dua tahun baru datang hampir bersamaan yakni tahun baru Hijriah dan tahun baru Masehi.
Ketahuilah bahwa sistem penanggalan Islam atau sistem penanggalan Hijriah merupakan sistem penanggalan terbaik bagi umat Islam. Sejarah sistem penanggalan ini diawali oleh keinginan salah seorang sahabat, Umar bin Khattab r.a., yang menginginkan agar umat Islam memiliki sistem penanggalan sendiri yang berbeda dengan umat lainnya. Usul ini pun mendapat tanggapan positif dari para sahabat. Ada seorang sahabat mengusulkan agar dibuat penanggalan seperti halnya penanggalan orang Persia atau Romawi. Sahabat yang lain juga ada yang mengusulkan agar didasarkan pada kelahiran Rasulullah SAW atau waktu diutusnya Beliau sebagai Rasulullah SAW. Semua pendapat ini ditolak oleh sahabat Umar bin Khattab r.a.
Hingga akhirnya ada seorang sahabat yang mengusulkan sistem penanggalan Islam didasarkan atas peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Sahabat Umar r.a., menyutujui usulan ini. Menurutnya, peristiwa hijrah Rasulullah SAW merupakan peristiwa besar bagi umat Islam. Peristiwa hijrah menandakan babak baru bagi umat Islam di mana Islam telah mengalami perubahan dari umat yang hanya didakwahkan (ummatu da’wah) menjadi umat yang berdaulat, yang mempunyai negara sendiri atau memiliki eksistensi sendiri (ummatu daulah). Sahabat Umar r.a. berharap dengan adanya sistem penaggalan Islam menjadikan umat Islam sebagai umat yang independen, merdeka, dan tidak terpengaruh oleh negara lain. Selain itu, juga diharapkan agar peristiwa hijrah yang amat penting senantiasa diingat oleh umat Islam. Karena sebelum terjadinya hijrah, umat Islam belum memiliki tempat eksistensi dakwah. Islam lebih eksis ketika berada di Madinah setelah peristiwa hijrah.
Peristiwa hijrah adalah peristiwa yang amat bersejarah sebagai tonggak awal kejayaan Islam. Sebelum hijrah, kehidupan umat Islam saat itu banyak yang terlunta-lunta. Umat Islam banyak mendapat perlawanan yang tidak manusiawi dari orang-orang kafir Quraisy. Mereka sangat membenci Islam dan umat Islam. Umat Islam ditindas, disiksa, dan bahkan dibunuh serta mendapat perlakuan yang tidak adil. Banyak umat Islam kesulitan untuk beribadah melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Umat Islam tetap tabah menghadapinya dan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Tapi, setelah peristiwa hijrah umat Islam hidup semakin mapan, meraih kejayaan dan bebas melaksanakan ketaatan melaksanakan perintah Allah SWT. Dari kata hijrah ini kemudian diadopsi menjadi penanggalan kalender hijriah.
Secara bahasa hijrah artinya berpindah. Makna secara luas berarti berpindahnya seorang muslim dari negara kafir ke negara Islam. Hjrah yang pada saat itu umat Islam rela menempuh perjalanan yang sangat jauh adalah peristiwa heroik sebagai wujud ketaatan mereka terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Perlu diketahui bahwa sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Beliau SAW pernah hijrah sebanyak tiga kali, yaitu:
- hijrah pertama dilaksanakan dari Makkah ke Habsyah (Ethiopia sekarang). Tapi di sana hanya beberapa bulan dan mereka kembali lagi ke Makkah.
- hijrah kedua juga dilaksanakan dari Makkah ke Habsyah dan menetap selama beberapa tahun di sana. Setelah itu, mereka kembali lagi ke Makkah.
- selanjutnya hijrah yang ketiga dari Makkah ke Thaif, dan tidak lama di sana.
Setelah itu barulah umat Islam melaksanakan hijrah dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah inilah yang dikenal sebagai dasar dalam penanggalan kalender hijriah.
Kalender hijriah adalah kalender yang menggunakan sistem kalender lunar (qomariah) yakni menurut peredaran bulan mengelilingi bumi dan perhitungan hari/ tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Dengan sistem ini kalender hijriah mempunyai jumlah hari dalam bulan-bulan hijriah tak kurang dari 29 hari dan tak lebih dari 30 hari. Hal ini merupakan keistimewaan bulan hijriah yakni jumlah hari per bulannya selalu tetap, 29 atau 30 hari. Keistimewaan lain kalender hijriah adalah tahun hijriah tidak tergantung pada cuaca dan bisa diperhitungkan dengan metode tertentu. Ini membuktikan umat Islam merupakan umat terbaik. Buktinya, umat Islam memiliki sistem kalender terbaik. Semoga dengan mengetahui sistem kalender hijriah menjadikan kita semua terbiasa menggunakan sistem kalender hijriah dalam kehidupan sehari- hari. Tidak hanya digunakan pada momen-momen tertentu saja seperti saat Ramadhan, Syawal, maupun Dzulhijjah. Selamat Tahun Baru Hijriah 1430 H dan Tahun Baru Masehi 2009 M.
HARI
|
7 |
6 |
5 |
4 |
3 |
2 |
1 |
|
السّـبت Sabtu |
الجمعـه Jum’at |
الخميـس Kamis |
الأربعـاء Rabu |
الثـّلا ثاء Selasa |
الإثـنين Senin |
الأحـد Ahad |
BULAN
|
4 |
3 |
2 |
1 |
|
ربيع الثـّانى Rabi’ul Akhir |
ربيع الاوّل Rabi’ul Awwal |
صفـر Shafar |
محـرّم Muharram |
|
8 |
7 |
6 |
5 |
|
شـعبان Sya’ban |
رجـب Rajab |
جمادي الثانيّـه Jumadil Akhir |
جمادي الأولى Jumadil Awwal |
|
12 |
11 |
10 |
9 |
|
ذوالحـجّه Dzulhijjah |
ذوالقعـده Dzulqo’idah |
شـوّال Syawwal |
رمضـان Ramadhon |
May be you are interested in:
About the Author
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!




